Kuarsa
·
Rumus Kimia : SiO2
·
Golongan :
Silikat
·
Kekerasan (skala Mohs) :
7
·
Sistem kristal : Heksagonal
·
Berat jenis : 2,65
·
Belahan :
tidak ada
·
Pecahan :
Konkoidal
Kuarsa adalah mineral golongan silikat
yang tersusun atas persenyawaan antara silikon dengan oksigen dengan rumus
kimia SiO2. Mineral ini memiliki kekerasan 7 sehingga cukup tahan
terhadap goresan. Untuk menggoresnya dapat menggunakan mineral dengan tingkat
kekerasan yang lebih tinggi. Kuarsa memiliki bentuk kristal heksagonal dengan
berat jenis 2,65. Tidak adanya bidang belah pada mineral kuarsa menyebabkan
mineral ini akan terpecah belah menjadi bagian yang tidak beraturan ketika di
pecah. Pecahan-pecahan mineral kuarsa berbentuk konkoidal yaitu seperti bentuk
pecahan pada gelas kaca.
Mineral Kuarsa terbentuk dari pembekuan
magma yang bersifat asam. Mineral kuarsa terbentuk terakhir pada deret reaksi
Bowen sehingga mineral kuarsa cenderung lebih resistan daripada mineral mineral
yang lain. Kuarsa banyak ditemukan di batuan-batuan beku asam yang berwarna
cerah seperti granit dan riolit.
Dalam perkembangannya, mineral kuarsa
dapat menangkap mineral-mineral lain pada saat pembentukan mineral. Ketika
kuarsa menangkap molekul besi (Fe) maka kuarsa tersebut akan berubah warna
menjadi warna ungu yang disebut dengan amethis. Jika kuarsa menangkap mangan
(Mn)maka akan berubah warna menjadi warna merah muda yang disebut dengan rose quartz. Ketika menangkap alumunium
(Al) maka akan berubah warna menjadi abu-abu yang disebut dengan smoky quartz. Biasanya mineral kuarsa
juga menangkap molekul air sehingga di dalam mineral kuarsa seperti terdapat
susu yang dinamakan dengan milky quartz.
Mineral Kuarsa dimanfaatkan sebagai
bahan baku utama maupun pelengkap pada industri gelas, industri refractory, industri pengecoran logam,
dan lain lain.

0 comments:
Post a Comment